Jika kau bertanya, apakah itu KIMIA? Maka kami akan langsung menjawab:
“Kimia adalah ilmu tentang materi dan perubahan yang terjadi pada materi
tersebut.” Kemudian kalau kami terus dikejar pertanyaan: “apakah materi
itu?”. Tentu sangat mudah, materi adalah segala sesuatu yang ada di
bumi, bahkan segala sesuatu yang ada di matahari, di bulan, dan
sebagainya. Segala yang ada di alam semesta adalah materi. Pensil, air,
udara, debu, pohon, asteroid, bintang, semuanya adalah materi.
Sederhanya materi adalah sesuatu yang memiliki massa. Kalo begitu hantu
itu termasuk materi atau bukan???? Untuk menjawab pertanyaan ini, tentu
saja kamu butuh sedikit eksperimen. Coba dudukkan hantu di timbangan.
Kalo hantu itu punya berat (misal 40 kg) maka hantu itu termasuk materi.
Jelas????????
Maka dari itu, ilmu kimia adalah ilmu segala sesuatu. Ilmu yang sangat
dekat dengan kita. Ibu kita memasak di dapur, itu adalah reaksi kimia.
Dimana makanan yang mentah berubah menjadi matang. Kita membakar kembang
api, itu adalah reaksi kimia. Kita makan, maka makanan dicerna oleh
tubuh kita melalui serangkaian reaksi kimia yang mengubah makanan
menjadi energi dan kotoran. Kita memakai handphone, maka reaksi kimia
pada baterai berperan dalam menyuplai energi. YA SEPERTI ITULAH (SEPERTINYA SIH SEPERTI ITU).
Kamis, 25 September 2014
JANGAN DIBACA, INI CUMA ARTIKEL TENTANG KARBIT !
Bismillahirahmanirahim.
Di tugas kimia
minggu ke empat perkuliahan semester pertama, dosen mata kuliah “Kimia dan
lingkungan Industri” di Universitas Mercubuana menungaskan mahasiswanya untuk
membuat sebuah artikel tentang bahan bahan kimia yang biasa digunakan sehari
hari.
Adapun pada
kesempatan kali ini, penulis ingin menyajikan sebuah artikel kimia yang sesuai
dengan persyaratan tugas tersebut adalah tentang sebuah senyawa kimia yg
sering kita sebut Karbit. Kenapa penulis membawa materi karbit ke tugas
mingguannya ini ? Perlu kita ketahui bahwa Karbit atau dalam bahasa kimia
disebut Kalsium Karbida adalah senyawa kimia yang sangat sering kita gunakan
dalam kehidupan sehari hari.
Secara luas
karbit digunakan untuk pembuatan Gas Acetylene (C2H2), yaitu bahan untuk
memotong dan mengelas bahan-bahan besi dan baja pada industri perkapalan,
pertambangan, karoseri mobil serta industri kecil. Karbit juga digunakan pada
pengelasan yang dilakukan tukang-tukang las yang banyak dijumpai dipinggir
jalan.Dalam Industri peleburan besi dan baja dan dalam industri pertambangan
metal (emas, nickel, tembaga, dll) Karbit digunakan sebagai “desulphurising
medium” yaitu bahan untuk memisahkan kotoran dari bagian-bagian logam tersebut.
Dalam kehidupan sehari-hari karbit juga digunakan dalam teknologi praktis yaitu
untuk pematangan buah-buahan (fruit ripening) utamanya untuk buah mangga,
pisang, dan papaya. Rekayasa tersebut dapat membuat buah matang merata dengan
warna menarik tanpa mengurangi kualitas. Sedang dalam usaha percepatan
pembibitan kentang, karbit dapat memperpendek masa tidur (dormancy period)
bibit kentang yang biasanya 5-6 bulan menjadi sekitar 2-3 bulan.
Persamaan reaksi Kalsium Karbida
dengan air adalah
CaC2 + 2 H2O → C2H2 + Ca(OH)2
Karena itu 1 gram CaC2 menghasilkan 349ml
asetilen. Pada proses las karbit, asetilen yang dihasilkan kemudian dibakar
untuk menghasilkan panas yang diperlukan dalam pengelasan.
Kalsium karbit dihasilkan dalam suatu tanur listrik berdasarkan reaksi kimia:
CaO +
3C → CaC2 + CO - 108000 kalori
Reaksi tersebut merupakan reaksi bolak-balik dan membutuhkan panas
(endotermis). Bahan baku yang digunakan adalah CaO (kapur bakar) dan bahan
karbon, seperti antrasit, kokas , arang dengan sifat kimia-fisika dan
perbandingan tertentu. Kontrol kualitas bahan baku dan parameter proses yang
ketat menghasilkan karbit yang bermutu tinggi.
Menunggu buah
matang secara alami dan dipetik langsung dari pohonnya mungkin hal yang sangat
tidak menguntungkan untuk kebutuhan pangan di zaman sekarang. Sejak dahulu,
orang-orang biasa menggunakan cara tradisional dengan cara memeram buah dengan
karbit (kalsium karbida) untuk proses pematangan buah. Ya, tanpa kita sadari
orang terdahulu sudah melakukan praktek kimia tanpa harus belajar di Instansi
atau lembaga pedidikan seperti zaman sekarang.
"Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang
berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, apa yang Allah turunkan
dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah matinya
dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan perkisaran angin dan awan
yang dikendalikan antara langit da bumi. Sungguh (terdapat) tanda-tanda
(kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal (memikirkan)".
(Q.S. Al Baqarah [2]: 164).
(Q.S. Al Baqarah [2]: 164).
Ayat tersebut
menegaskan bahwa manusia diciptakan berbeda dengan mahluk lainnya, yaitu
diberikan akal untuk setiap permasalahan dan tanda tanda yang ada di dunia,
dengan salahsatu contoh adanya penemuan bahwa karbit bisa membantu proses
pematangan buah.
Di dalam buah terdapat zat kimia yang disebut
etilin, zat alami tersebut yang berperan dalam proses pematangan buah. Cara pengarbitan dapat dilakukan dengan cara
menempatkan karbit secukupnya didalam kain yang sedikit basah. Lalu masukan
karbit yang telah dibungkus kain tersebut ke dalam wadah besar tempat buah yang
akan dimatangkan. selanjutnya tutup rapat tunggu hingga 2-3 ha
Buah-buahan yang biasa dimatangkan dengan pengarbitan yaitu
seperti mangga, pisang, alpukat, nanas dll.
Memang selama ini pengarbitan belum
ada dampak yang mencolok bagi kesehatan dan meski pengarbitan tidak
mempengaruhi kandungan gizi didalam buah namun banyak ahli gizi yang tidak
menyarankan buah-buahan tersebut untuk dikonsumsi.
Sesuatu yang alami itu pasti lebih baik, dan
semanis-manis buah karbitan lebih sehat buah manis yang matang langsung dari
pohonnya.
Dalam
pengarbitan, buah yang dihasilkan terkadang kurang manis dan lebih cepat
membusuk ketimbang buah yang matang dari pohonnya. dan ditakutkan dalam proses
pengarbitan karbit atau gas yang dihasilkan akan menempel pada kulit buah dan
dalam pengonsumsiannya apabila buah tidak dicuci maka ditakutkan karbit yang
biasa untuk las akan tertelan dan pastinya akan berbahaya bagi tubuh kita.
Artikel ini dibuat sesuai dengan apa yang saya baca dari beberapa sumber, semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca yang bersedia menyempatkan diri untuk berkunjung ke blog penulis. Sekian dan terima kasih. Wassalam
Artikel ini dibuat sesuai dengan apa yang saya baca dari beberapa sumber, semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca yang bersedia menyempatkan diri untuk berkunjung ke blog penulis. Sekian dan terima kasih. Wassalam
Daftar Pustaka
http://jurnalbidandiah.blogspot.com/2012/11/karbit-dan-cara-kerjanya-amankah-untuk.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Karbit
http://www.bimbingan.org/cara-membuat-las-karbit.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Karbit
http://www.bimbingan.org/cara-membuat-las-karbit.htm
http://karbitemdeki.wordpress.com/gambaran-proses
http://id.wikipedia.org/wiki/Las_karbit
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/525129-meriam-karbit--tradisi-lebaran-di-pontianak
http://id.wikipedia.org/wiki/Las_karbit
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/525129-meriam-karbit--tradisi-lebaran-di-pontianak
Langganan:
Komentar (Atom)

