Kamis, 25 September 2014

KIMIA VERSI GUE

Jika kau bertanya, apakah itu KIMIA? Maka kami akan langsung menjawab: “Kimia adalah ilmu tentang materi dan perubahan yang terjadi pada materi tersebut.” Kemudian kalau kami terus dikejar pertanyaan: “apakah materi itu?”. Tentu sangat mudah, materi adalah segala sesuatu yang ada di bumi, bahkan segala sesuatu yang ada di matahari, di bulan, dan sebagainya. Segala yang ada di alam semesta adalah materi. Pensil, air, udara, debu, pohon, asteroid, bintang, semuanya adalah materi. Sederhanya materi adalah sesuatu yang memiliki massa. Kalo begitu hantu itu termasuk materi atau bukan???? Untuk menjawab pertanyaan ini, tentu saja kamu butuh sedikit eksperimen. Coba dudukkan hantu di timbangan. Kalo hantu itu punya berat (misal 40 kg) maka hantu itu termasuk materi. Jelas????????

Maka dari itu, ilmu kimia adalah ilmu segala sesuatu. Ilmu yang sangat dekat dengan kita. Ibu kita memasak di dapur, itu adalah reaksi kimia. Dimana makanan yang mentah berubah menjadi matang. Kita membakar kembang api, itu adalah reaksi kimia. Kita makan, maka makanan dicerna oleh tubuh kita melalui serangkaian reaksi kimia yang mengubah makanan menjadi energi dan kotoran. Kita memakai handphone, maka reaksi kimia pada baterai berperan dalam menyuplai energi. YA SEPERTI ITULAH (SEPERTINYA SIH SEPERTI ITU).

JANGAN DIBACA, INI CUMA ARTIKEL TENTANG KARBIT !


Bismillahirahmanirahim.
Di tugas kimia minggu ke empat perkuliahan semester pertama, dosen mata kuliah “Kimia dan lingkungan Industri” di Universitas Mercubuana menungaskan mahasiswanya untuk membuat sebuah artikel tentang bahan bahan kimia yang biasa digunakan sehari hari.
Adapun pada kesempatan kali ini, penulis ingin menyajikan sebuah artikel kimia yang sesuai dengan persyaratan tugas  tersebut adalah tentang sebuah senyawa kimia yg sering kita sebut Karbit. Kenapa penulis membawa materi karbit ke tugas mingguannya ini ? Perlu kita ketahui bahwa Karbit atau dalam bahasa kimia disebut Kalsium Karbida adalah senyawa kimia yang sangat sering kita gunakan dalam kehidupan sehari hari.
Secara luas karbit digunakan untuk pembuatan Gas Acetylene (C2H2), yaitu bahan untuk memotong dan mengelas bahan-bahan besi dan baja pada industri perkapalan, pertambangan, karoseri mobil serta industri kecil. Karbit juga digunakan pada pengelasan yang dilakukan tukang-tukang las yang banyak dijumpai dipinggir jalan.Dalam Industri peleburan besi dan baja dan dalam industri pertambangan metal (emas, nickel, tembaga, dll) Karbit digunakan sebagai “desulphurising medium” yaitu bahan untuk memisahkan kotoran dari bagian-bagian logam tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari karbit juga digunakan dalam teknologi praktis yaitu untuk pematangan buah-buahan (fruit ripening) utamanya untuk buah mangga, pisang, dan papaya. Rekayasa tersebut dapat membuat buah matang merata dengan warna menarik tanpa mengurangi kualitas. Sedang dalam usaha percepatan pembibitan kentang, karbit dapat memperpendek masa tidur (dormancy period) bibit kentang yang biasanya 5-6 bulan menjadi sekitar 2-3 bulan.
Persamaan reaksi Kalsium Karbida dengan air adalah

CaC2 + 2 H2O → C2H2 + Ca(OH)2
Karena itu 1 gram CaC2 menghasilkan 349ml asetilen. Pada proses las karbit, asetilen yang dihasilkan kemudian dibakar untuk menghasilkan panas yang diperlukan dalam pengelasan.

Kalsium karbit dihasilkan dalam suatu tanur listrik berdasarkan reaksi kimia:
CaO + 3C → CaC2 + CO - 108000 kalori

     Reaksi tersebut merupakan reaksi bolak-balik dan membutuhkan panas (endotermis). Bahan baku yang digunakan adalah CaO (kapur bakar) dan bahan karbon, seperti antrasit, kokas , arang dengan sifat kimia-fisika dan perbandingan tertentu. Kontrol kualitas bahan baku dan parameter proses yang ketat menghasilkan karbit yang bermutu tinggi.
Menunggu buah matang secara alami dan dipetik langsung dari pohonnya mungkin hal yang sangat tidak menguntungkan untuk kebutuhan pangan di zaman sekarang. Sejak dahulu, orang-orang biasa menggunakan cara tradisional dengan cara memeram buah dengan karbit (kalsium karbida) untuk proses pematangan buah. Ya, tanpa kita sadari orang terdahulu sudah melakukan praktek kimia tanpa harus belajar di Instansi atau lembaga pedidikan seperti zaman sekarang.


"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah matinya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit da bumi. Sungguh (terdapat) tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal (memikirkan)".
(Q.S. Al Baqarah [2]: 164).
Ayat tersebut menegaskan bahwa manusia diciptakan berbeda dengan mahluk lainnya, yaitu diberikan akal untuk setiap permasalahan dan tanda tanda yang ada di dunia, dengan salahsatu contoh adanya penemuan bahwa karbit bisa membantu proses pematangan buah.
Di dalam buah terdapat zat kimia yang disebut etilin, zat alami tersebut yang berperan dalam proses pematangan buah. Cara pengarbitan dapat dilakukan dengan cara menempatkan karbit secukupnya didalam kain yang sedikit basah. Lalu masukan karbit yang telah dibungkus kain tersebut ke dalam wadah besar tempat buah yang akan dimatangkan. selanjutnya tutup rapat tunggu hingga 2-3 ha
Buah-buahan yang biasa dimatangkan dengan pengarbitan yaitu seperti mangga, pisang, alpukat, nanas dll.

 Amankah menggunakan karbit dalam pematangan buah ??
   Memang selama ini pengarbitan belum ada dampak yang mencolok bagi kesehatan dan meski pengarbitan tidak mempengaruhi kandungan gizi didalam buah namun banyak ahli gizi yang tidak menyarankan buah-buahan tersebut untuk dikonsumsi. 
Sesuatu yang alami itu pasti lebih baik, dan semanis-manis buah karbitan lebih sehat buah manis yang matang langsung dari pohonnya.
   Dalam pengarbitan, buah yang dihasilkan terkadang kurang manis dan lebih cepat membusuk ketimbang buah yang matang dari pohonnya. dan ditakutkan dalam proses pengarbitan karbit atau gas yang dihasilkan akan menempel pada kulit buah dan dalam pengonsumsiannya apabila buah tidak dicuci maka ditakutkan karbit yang biasa untuk las akan tertelan dan pastinya akan berbahaya bagi tubuh kita.

Artikel ini dibuat sesuai dengan apa yang saya baca dari beberapa sumber, semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca yang bersedia menyempatkan diri untuk berkunjung ke blog penulis. Sekian dan terima kasih. Wassalam


Daftar Pustaka

http://jurnalbidandiah.blogspot.com/2012/11/karbit-dan-cara-kerjanya-amankah-untuk.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Karbit

http://www.bimbingan.org/cara-membuat-las-karbit.htm

http://karbitemdeki.wordpress.com/gambaran-proses

http://id.wikipedia.org/wiki/Las_karbit

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/525129-meriam-karbit--tradisi-lebaran-di-pontianak